Hallo! Selamat datang di blog ini!
Kali ini aku ada TUGAS untuk mereview sebuah album musik. Sebenarnya aku kurang paham
dengan ‘khazanah permusikan’, karena aku tidak begitu tertarik dengan dunia
musik beserta perkembangannya. Aku bahkan tak punya musisi yang terlalu
diidolakan, bukan termasuk fans seorang musisi/penyanyi, grup band, idol grup,
atau apapun itu istilahnya. Tapi, bukan berarti aku tak suka musik (ingat!, hobiku mendengarkan musik diwaktu
senggang), aku juga punya daftar lagu favorit, lho!. Alasanku menyukai musik dan/atau lagu itu (biasanya) karena berhubungan dengan film
yang kutonton, karena arti dan/atau maknanya, serta karena memang lagu itu enak
didengar. Jadi, review ini bisa dibilang berdasarkan “pikiran”, “hati”, dan “telinga”—ku.
Kalo begitu langsung saja!. Aku akan mereview album pertama Kanon Wakeshima yang berjudul “Shinshoku Dolce”.
Judul Album : Shinshoku Dolce
Penyanyi :
Kanon Wakeshima
Tanggal Rilis : 11 Februari 2009 (Jerman, Perancis, Eropa)
18
Februari 2009 (Jepang)
Genre :
Neoclassical dark wave
Durasi : 41.00
Label :
DefStar Records
Producer :
Mana
Deskripsi cover :
Kanon Wakeshima bersimpuh dengan memakai gaun
merah yang merupakan salah satu warna favoritnya. Tampak beberapa pita putih mengelilinginya
terjulur dari atas dan terikat di lengannya. Kanon memegang carousel kecil dipangkuannya
dengan kedua tangannya. Terlihat pula cello putih milik Kanon yang bernama “Mikazuki-san”,
yang berarti “crescent moon” dalam bahasa Inggris dan “bulan sabit” dalam
bahasa Indonesia. Gaya busana Kanon di sampul ini biasa disebut sebagai “Gothic
Lolita”.
Deskripsi album:
Album pertama dari penyanyi, penulis lagu,
dan cellis bernama Kanon Wakeshima. Sebagian besar musik dalam “Shinshoku Dolce”
disusun oleh Mana yang merupakan gitaris melegenda dari Mana of Malice Mizer/
Moi dix Mois, yang juga merupakan pencipta salah satu fashion gothic lolita
terkenal. Seluruh lirik lagu dalam “Shinshoku Dolce” ditulis oleh Kanon
Wakeshima. “Shinshoku Dolce” bisa diartikan “Sweet Violation”, sebuah kalimat
yang terdiri dari dua kata yang cukup berlawanan. Dalam salah satu interview, Kanon
menjelaskan alasan di balik judul album ini, ia mengatakan, “Judul ini diharapkan
mewakili karakter Kanon Wakeshima (dalam menyanyikan lagu-lagu di album ini). Karakter
ini menggabungkan kepolosan, kemurnian, dan kegelapan Gothic dalam diri seorang
gadis. Judul ini mewakili pelanggaran kemurnian, tetapi pada saat yang sama “dolce”
menunjukkan bahwa pelanggaran tidak sepenuhnya dilarang dan bisa mengurangi kesan
agresif. Ini merepresentasikan tentang Kanon sebagai tokoh antagonis yang memiliki
dua ‘hal’ yang bertentangan.”
Daftar Lagu:
01 Sweet
Ticket
02 Shinku
no Fatalism
03 Kagami
04 Still
Doll album ver.
05 Maboroshi
06 Ennui
Kibun!
07 Suna
no Oshiro
08 Monochrome
Frame
09 L’espoir
~Mahou no Akai Ito~
10 Kuroi
Torikago
11 Skip
turn Step
12 Shiroi
Kokoro
13 Sweet
Dreams
Review:
01
Sweet
Ticket – 1:19
“Sweet Ticket” merupakan pembuka dalam
album ini. “Sweet Ticket” berupa alunan musik tanpa lirik. Musik ini diawali
dengan Kanon memainkan cello-nya kemudian diiringi dengan suara lain, entahlah
namanya aku tak tau (aku mencari di google dan ada orang yang
menyebutnya “Militaristic percussion”). “Sweet Ticket” (ditelingaku) memiliki sedikit kemiripan
dengan “swan lake” milik Tchaikovsky.
02
Shinku
no Fatalism – 2:51
“Shinku no Fatalism” dalam bahasa Inggris
adalah “Crimson Fatalism”. Fatalism adalah suatu sikap seseorang yang sangat
putus asa dalam menjalani permasalahan atau hidup (wikipedia). Paham Fatalism menganggap bahwa setiap seorang sudah
dikuasai oleh nasib dan tidak bisa mengubahnya. Menurutku, makna dari lagu ini
adalah tentang karakter “Kanon” yang berniat untuk membantu seseorang yang
memiliki “fatalism” karena telah melakukan perbuatan dosa. Tetapi, di lagu ini
juga menggambarkan bahwa “Kanon” tidak memperbolehkan orang itu meminta bantuan
dari orang lain, ia hanya boleh meminta bantuan kepadanya. Hal ini bisa
diketahui dari lirik:
“anata
no hitomi ni wa / afureru shinju no hana / kyoufu to fuan subete o”
artinya:
“dari pupil matamu/ bunga mutiara
yang memancar keluar/ izinkan aku untuk menghapusnya”
lalu ada lirik:
“dare
ni mo egao o misenai de ite / dare ni mo sono te wo nobasa nai de ite / anata
wa watashi dake / ireba sorede ii desho”
artinya:
“jangan menunjukkan senyuman itu kepada
siapa pun/ jangan mengulurkan tanganmu kepada siapa pun/ selama aku di
sampingmu,/ seharusnya menjadi semua yang kau butuhkan, kan?”
Kemudian, jenis “dosa” yang dimaksud
kemungkinan adalah dosa yang berhubungan dengan cinta. Bisa dilihat dari lirik:
“anata
o shibaru ai no zaigou / mata kasanari hibiku shupurehikooru”
artinya:
“dosa-dosa cintamu, telah merantaimu/
sekarang tumpang tindih dan menggema”
03
Kagami–
3:07
“Kagami”, berarti “Mirror” atau “Cermin”.
Jika diperhatikan, lagu ini membahas tentang dongeng “Snow White”. Namun, dalam
lagu ini “Kanon” bukan sebagai tokoh protagonis “Snow White”. “Kanon”
diceritakan sebagai sang antagonis, yaitu “si penyihir” yang telah berhasil
membunuh sang Snow White dengan apelnya. Namun, lagu ini juga menceritakan
kisah asli dari dongeng “Snow White”, yaitu sang Snow White berhasil hidup dan si
penyihir dihukum memakai sepatu besi panas. Dalam penyesalannya, si penyihir bertanya
pada cermin, siapa sebenarnya yang paling menderita di sini? (dirinya atau Snow
White). Si penyihir juga meminta pada cermin untuk mengubah hati jahat-nya dan
apabila hal itu bisa dilakukan, bisakah ia menjadi yang tercantik?.
04
Still
Doll album ver. – 3:44
“Still Doll” digunakan menjadi ending
dari seri anime Vampire Knight. “Still Doll” menceritakan seseorang, yaitu “Kanon”
yang berbicara dengan sebuah boneka bernama “Alice”. Disini bisa dimaknai bahwa
“Kanon” curhat pada “Alice” tentang permasalahan yang sedang ia hadapi (sama
seperti kita yang punya masalah tapi tak ingin curhat dengan orang lain,
akhirnya bicara dengan boneka/hewan kesayangan kita). Tapi, seberapa pun banyak
“Kanon” bercerita, bertanya, atau pun berharap mendapat nasehat dari “Alice”
tetap saja ia tak mendapat jawaban, karena pada kenyataannya “Alice” hanyalah
sebuah boneka.
05
Maboroshi
– 3:40
“Maboroshi” dalam bahasa Inggris artinya
“Illusion” atau dalam bahasa Indonesia artinya “khayalan/fantasi”. Dalam lagu
ini karakter “Kanon” merepresentasikan dirinya sebagai suatu khayalan yang dibuat
oleh seseorang. Sama seperti kita saat menciptakan teman khayalan. “Teman
khayalan” kita pasti sesuai dengan apa yang kita inginkan, baik itu bentuk,
sifat, maupun kelakuannya. Lagu ini bukan menceritakan dari sudut pandang “si
penghayal” tapi menceritakan sudut pandang “si khayalan”. “Si khayalan” akan
berusaha selalu sesuai dengan harapan “si penghayal”. “Si khayalan” juga senang
dengan perlakuan “si penghayal” terhadap dirinya. Tapi bagaimana pun mereka
berdua tidak bisa bersama, karena “si khayalan” sadar bahwa dirinya hanyalah
sebuah khayalan (tidak nyata).
06
Ennui
Kibun! – 3:19
“Ennui Kibun!” dalam bahasa inggis
berarti “Bored Feeling!”, dalam bahasa indonesia berarti “Rasa Bosan”. Lagu ini
lebih ‘ringan’ dari lagu lain yang ada di album ini. Kanon Wakeshima telah
menjelaskan bahwa lagu ini berkisah seseorang yang sedang kesal tapi ia masih
memiliki banyak hal yang harus dilakukan. Ia menjelaskan bahwa lagu ini tentang
karakter yang punya masalah untuk bangun pagi dan memulai hari (mager). Pada akhirnya
tidak ada yang berjalan dengan baik, seperti telepon terus berdering dan kucing
yang mengganggunya. Dalam lagu ini, kalian akan mendengar suara kucing dan telepon
berdering.
07
Suna
no Oshiro – 3:09)
“Suna no Oshiro” artinya “Castle of
Sand” atau “Istana Pasir”. Lagu ini dijadikan ending dalam seri kedua anime
Vampire Knight, yaitu Vampire Knight Guilty. Lagu ini memiliki atmosfir yang ‘seram’
menurutku. Dalam lagu ini ada kata-kata yang terdengar seperti bisikan. Dalam suatu
interview, Kanon Wakeshima telah menjelaskan makna dari lagu ini. “Ini adalah
lagu tentang bayangan dan cahaya. Ketika saya berbisik, artinya kita berada
dalam kegelapan, oleh karena itu saya memotong kegelapan dengan suara yang
lebih kuat di bagian chorus. Ini melambangkan cahaya yang datang dari surga dan
menembus kegelapan.” Satu kalimat bisikan yang membuatku merinding adalah: “a world of darkness, a world of silence”.
08
Monochrome
Frame (3:50)
“Monochrome Frame” termasuk sebuah lagu
ballad. Lagu ini bersetting di sekitar gereja yang dekat dengan lautan/pantai. Kalian bisa
mendengar suara ombak, burung camar, serta lonceng gereja di lagu ini. Lagu ini
menggambarkan kerinduan seseorang terhadap orang yang ia sayangi, namun sudah
tak bisa bertemu lagi. Namun, ketika ia mengingat kebersamaan mereka, rasanya
sangat menyakitkan. Ia juga menyatakan bahwa keadaan saat ini seperti Monochrome
Frame (bingkai hitam putih /tak berwarna/tak ceria).
09
L’espoir
~Mahou no Akai Ito~ – 3:13
“L’espoir ~Mahou no Akai Ito~” dalam
bahasa Inggris berarti, “Hope ~Special Red Thread~”. Dalam bahasa Indonesia
berarti “Harapan ~Benang Merah Spesial~”. Kanon Wakeshima juga sudah pernah
menjelaskan makna dibalik lagu ini: “Saya teringat kisah tentang seorang gadis
kecil di sekolah dasar atau sekolah menengah yang sebentar lagi menyongsong
hari Valentine. Mereka sibuk dan bertanya-tanya pada siapa akan mengungkapkan
cintanya”. “Benang merah” disini artinya adalah benang jodoh. Banyak orang
Jepang percaya bahwa di jari kelingking setiap orang ada suatu benang tak kasat
mata yang menghubungkan dirinya dengan jodohnya. Lagu ini disisipi lirik
berbahasa Perancis.
10
Kuroi
Torikago – 2:54
“Kuroi Torikago”, dalam bahasa
Inggris berarti “Black Birdcage”. Dalam bahasa Indonesia berarti “Sangkar Hitam”.
Kanon Wakeshima mengatakan bahwa ketika membawakan lagu ini ia merasakan sebuah
sensasi: “bertarung dengan sesuatu yang juga berusaha untuk melindunginya”. Terasa
seperti berusaha keluar dari sebuah sangkar yang pada dasarnya bersifat “melindungi”
tapi juga “mengekang”.
11
Skip
turn Step – 4:36
“Skip turn Step” adalah lagu yang
cukup menyenangkan dan lembut. Diawali dengan alunan biola yang cukup lama. Lagu
ini bercerita tentang seorang anak kecil yang bermain genangan air saat hujan
di musim panas.
12
Shiroi
Kokoro (White Heart) – 3:22
“Shiroi Kokoro” dalam bahasa Inggris
berarti “White Heart” atau “Hati Putih”. Dari lagu ini kita bisa merasakan
suasana musin dingin dan bersalju. Lagu ini menurutku juga hampir mirip dengan dongeng
“Snow White”. Dimana ada karakter baik dan ada karakter jahat. Menurutku lagu “Shiroi
Kokoro” dan “Kagami” memiliki hubungan. “Shiroi Kokoro” juga menceritakan si
karakter antagonis. Ia menganggap dirinya adalah “si penyihir” sedangkan orang
yang ia sakiti adalah sang “Snow White”. Namun, dalam lagu ini, “si penyihir”
tak ingin lagi berbuat jahat. Dan pada akhir lagu ada perasaan berupa ‘cahaya
harapan’ yang menyatakan bahwa kisah ini akan berakhir dengan sebuah kebahagiaan.
“mou
dareka no shiawase wo hoshigaru / kuroi DORESU wa kiteitaku nai / mou dareka no
shiawase wo saegiru / kuro kumo ni wa naritaku nai”
Artinya:
“Aku tak ingin selamanya memakai gaun
hitam ini / yang haus akan kebahagiaan orang lain/ aku tak berharap menjadi awan
gelap (lagi) / yang menutupi kebahagiaan orang lain.”
13
Sweet
Dreams – 1:34
“Sweet Dreams” adalah lagu “Sweet
Ticket” dalam bentuk musik box. Musik ini sangat enak didengar apalagi untuk relaksasi.
Demikian review Album
“Shinshoku Dolce” dari Kanon Wakeshima. Ada beberapa lagu yang kusuka dalam
album ini, seperti “Maboroshi” aku suka karena musiknya yang cukup bersemangat
meskipun ternyata maknanya cukup ‘tragis’. Lalu ada lagu “Suna no Oshiro”, aku menyukai
lagu ini karena pembawaannya yang sangat unik seperti adanya efek ‘bisikan’ di
lagu ini. Meskipun lagunya terdengar menyeramkan tapi maknanya sangat bagus. Yang
terakhir, aku suka lagu “Shiroi Kokoro” terasa seperti ada harapan baru ketika
mendengarkan lagu ini. Membuatku terus berusaha untuk menjadi "orang baik".
Terima kasih telah berkunjung di blog ini.
Nantikan postingan selanjutnya minggu depan. Maaf juga karena agak terlambat
dalam memposting ini.
Selamat menghabiskan sisa akhir pekan!
Have a sweet Dream!













