Telusuri Blog Ini

Minggu, 26 Mei 2019

Labor Conditions in Online Journalism




Hallo, selamat datang di blog ini!

Mungkin tak banyak dari kalian yang mengetahui seberapa berat pekerjaan seorang tenaga kerja berita. Mungkin ada yang menyangka bahwa pekerjaan mereka itu mudah, hanya meliput berita dan menyampaikannya ke masyaarakat. Apalagi ditambah dengan perkembangan teknologi yang ‘sepertinya’ menambah mudah pekerjaan mereka. Tapi, apakah teknologi bener-benar mempermudah pekerjaan mereka? Ataukah teknologi malah mempersulit mereka? Kali ini bahasan kita mengenai bagaimana kondisi kerja jurnalis dalam konteks berkelanjutan dari digitalisasi dan komersialisasi media, khususnya dalam jurnalisme online. Ok, langsung saja!!

Peran teknologi dalam “kapitalisme baru” tidak dapat diabaikan. Teknologi digital baru sering dianggap sebagai pendorong utama di balik perubahan ekonomi dan organisasi tempat kerja. Industri media telah terpukul oleh resesi ekonomi global beberapa tahun terakhir. Dilaporkan bahwa di Eropa dan Amerika  sejumlah besar orang telah kehilangan pekerjaannya. Selain karena resesi, situasi ini juga merupakan hasil dari perubahan organisasi struktural media yang didorong oleh logika pasar dimana memiliki tujuan untuk mengurangi biaya sambil meningkatkan produktivitas dan memaksimalkan laba. Beberapa studi yang telah dilakukan umumnya melukis gambaran suramnya kerja jurnalistik, yaitu:

Pekerjaan yang tidak lazim dan tidak pasti
Berdasarkan survei global afiliansi Federasi Jurnalis Internasional (IFJ) di 38 negara, diketahui bahwa terdapat pertumbuhan hubungan kerja yang tidak biasa dalam industri media. “Pekerjaan tidak biasa” mengacu pada jenis pekerjaan yang tidak permanen dan/atau penuh waktu, yang sepertinya dapat diidentifikasi sebagai pekerjaan  freelance, kontrak sementara, dan paruh waktu.
Pekerjaan lepas (freelance)
Saat ini telah banyak orang yang menyebut dirinya seorang freelancer. Banyak diantara mereka termotivasi oleh keinginan untuk memiliki lebih banyak kebebasan dan otonomi dalam kehidupan mereka. Namun, tak sedikit juga yang menyatakan bahwa keuangan merupakan salah satu faktor  bagi mereka menjadi seorang freelancer. Dahulu, freelance lebih dikaitkan dengan jurnalis veteran, namun saat ini terlihat bahwa usia rata-rata pekerja lepas semakin menurun. Semakin muda freelancer, semakin besar kemungkinan mereka mendapat konsekuensi negatif, seperti ketidaknyamanan kerja, kurangnya prospek promosi, dan upah yang rendah. Berkatian dengan freelancing jurnalisme online, kemungkinan besar mereka mendapatkan persaingan dari sukarelawan citizen journalist.
Kontrak sementara dan pekerjaan paruh waktu
Ada sebuah persepsi umum dalam industri media, seperti magang yang tak dibayar, penugasan yang dibayar rendah, dan kontrak jangka pendek. Dari hal tersebut kita bisa membayangkan bahwa kontak permanen dan pekerjaan penuh waktu menjadi hal di jurnalisme. Namun, survei wartawan di Flanders tahun 2008 menyatakan bahwa lebih dari tiga perempat jurnalis profesional pada saat itu bekerja dengan kontrak permanen. Tapi, ini bukan berarti menyatakan bahwa pekerjaan berita tidak berubah.
Fleksibilitas fungsional dan multiskilling
fleksibilitas mungkin merupakan istilah yang paling banyak digunakan dalam deskripsi tentang perubahan kondisi kerja dalam jurnalisme. Hal ini akibat upaya manajerial untuk mengembangkan kontrol mereka atas tenaga kerja, dimana mereka membutuhkan profesional dengan banyak keahlian yang mampu melakukan banyak tugas yang berbeda di seluruh organisasi.
Jurnalisme multimedia
Inti dari jurnalis multimedia adalah bahwa jurnalis dituntut untuk dapat menghasilkan konten untuk berbagai platform. Karena perlu disadari bahwa mereka tidak tahu apakah mereka akan bekerja di media cetak, siaran, atau online, jadi mereka harus terbiasa dengan berbagai jenis media. Dalam konteks ruang berita yang konvergen ini, pentingnya multiskilling tampaknya jelas. Sebagian besar wartawan di Flemish mengakui pentingnya kemampuan multimedia ini. temuan ini konsisten dengan studi sebelumnya tentang jurnalisme online di negara lain yang telah menekankan pentingnya keterampilan teknologi untuk jurnalis.
Pelebaran pekerjaan
Wartawan di ruang redaksi konvergen mendapatkan lebih banyak tugas dan tanggung jawab daripada mereka yang hanya bekerja untuk satu media saja. Selain berkutat di ruang berita, kemungkinan besar mereka akan mendapat tugas untuk menjadi “manajer komunitas” yang berperan dalam mengawasi, mengkoordinasi, dan merangsang partisipasi dalam proses produksi berita. Selain itu ada “moderator komentar”, dimana mereka bertanggung jawab untuk memantau dan memfilter reaksi pengguna di situs web organisasi. Ada juga “moderator obrolan”, yang bertugas mengatur obrolan langsung dengan pengguna situs. Tugas-tugas tersebut dilimpahkan kepada jurnalis karena pihak perusahaan media tidak ingin mengeluarkan dana lagi untuk membayar staf khusus.
Beban kerja meningkat
Multiskilling dan pembesaran pekerjaan membebani para jurnalis. Studi tentang komputerisasi dan digitalisasi ruang redaksi menyatakan kekhawatiran tentang tekanan kerja berat muncul di banyak negara. Padahal jika dilihat dalam sejarah, teknologi seharusnya mempermudah dan mempercepat kinerja bukannya menambah beban. Namun, jika kita lihat disisi lain, kita akan menyadari bahwa beban dan tekanan kerja yang dirasakan oleh pekerja berita diakibatkan oleh manajemen perusahaan media. Teknologi selalu digunakan oleh manajemen sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya ruang redaksi. Dengan kata lain, ini bukan karena teknologi, melainkan terntang obsesi manajemen dalam pengurangan biaya dan memaksimalkan produktivitas yang mengarah pada peningkatan beban kerja.
Kekurangan waktu
Suatu survei menghasilkan suatu fakta bahwa jurnalis yang bekerja untuk lebih dari satu platform media cenderung memiliki jam kerja lebih banyak dibanding mereka yang bekerja untuk satu media tunggal. Survei juga menyatakan bahwa freelancer dan jurnalis multimedia memiliki jam kerja yang bervariasi setiap minggunya. Uniknya para jurnalis sendiri tampaknya menerima adanya situasi ini, karena mereka menyadari bahwa jurnalisme memang dituntut tinggi tingkat fleksibilitasnya. Namun, perlu ditekankan bahwa tekanan kerja yang tinggi adalah masalah dalam jurnalisme kontemporer.
Tuntutan kecepatan
Saat ini, kecepatan dianggap sebagai inti dari jurnalisme online. Studi awal jurnalime online sudah menunjukan kecepatan sebagai elemen konstitutif sentral dari identitas profesional seorang jurnalis. Dalam sebuah survei, jurnalis online diminta menjelaskan tentang pekerjaan mereka. Sebagian besar menyatakan bahwa jurnalisme online menekankan pentingnya pengiriman berita yang konstan dan realtime. Tekanan untuk menjaga situs web selalui diperbaharui dengan berita baru juga menjadi aspek kunci dari jurnalisme online. Jurnalis online sendiri cenderung melihat kebutuhan akan kecepatan sebagai hasil dari inovasi teknologi. Salah satu contoh portal berita di Indonesia yang menjunjung kecepatan adalah detik.com.
Pekerjaan meja meningkat
Penelitian di Flemish menunjukan bahwa wartawan profesional di sana sering bekerja di ruangan redaksi, meskipun tetap keluar untuk melakukan liputan. Penelitian ini juga menunjukan bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan wartawan di dalam ruang redaksi, semakin besar mereka untuk menggunakan siaran pers, materi kantor, dan konten yang ditebitkan oleh media lain sebagai referensi dari berita yang mereka susun.  

Dari berbagai hal yang dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa kondisi pekerjaan sebagai pekerja berita, khususnya jurnalis online telah banyak mengalami perubahan. Kondisi tersebut sebenarnya tidak benar-benar diakibatkan oleh perkembangan teknologi, melainkan karena ‘obsesi’ manajemen perusahaan media yang mengharapkan minimalisasi biaya dan maksimalisasi produktivitas yang tentu saja berujung pada uang. Dampak nyata perubahan tenaga kerja jurnalistik ini adalah pada kualitas berita dan profesionalisme seorang jurnalis. Oleh karena itu, penting untuk memantau perkembangan dalam organisasi ketenagakerjaan dan tenaga kerja di industri berita. Selain itu, penting pula untuk merenungkan bagaimana jurnalis dapat memberdayakan diri mereka sendiri untuk menghadapi kondisi dunia jurnalistik yang sudah mengalami perubahan ini.

Demikian pembahasan kali ini, terimakasih telah berkunjung di blog ini...😸

Selamat berakhir pekan!
Have a sweet day!

 Daftar pustaka:
Paulussen, Steve. 2012. Technology and the Transformation of News Work: Are Labor Conditions in (Online) Journalism Changing? from: The Handbook of Global Online Journalism



Minggu, 19 Mei 2019

The Rise of The Robo Journalism



Hallo! Selamat datang di blog ini!
Langsung saja!
Sadar atau tidak sadar, teknologi telah berkembang pesat dan memasuki berbagai aspek kehidupan manusia, dari aspek ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, politik, dan sebagainya. Mendengar kalimat perkembangan teknologi, mungkin kalian akan teringat dengan artikel sebelumnya tentang konvergensi media, dimana kehidupan manusia menjadi lebih mudah dengan adanya smartphone. Dengan smartphone dan internet, kita menjadi mudah mendapatkan informasi lewat media online, yang berdampak pada menurunnya usaha media cetak karena mereka mulai meng-upgrade-diri menjadi media online. Namun, ternyata tak sampai di situ perkembangannya, media online, khususnya online journalism mulai mencari cara agar mereka lebih cepat dan mudah dalam menghasilkan berita. Salah satunya adalah dengan terciptanya Robo Journalist.

Robo Jurnalist atau jurnalis robot merupakan penggunaan mesin tanpa campur tangan reporter manusia untuk menghasilkan laporan atau artikel. Konteks robot di sini bukanlah robot dalam bentuk fisik, melain suatu sistem yang sudah terprogram pada perangkat lunak redaksi. Jurnalisme robot merupakan salah satu jenis dari computer-assisted reporting (CAR) tingkat lanjut. CAR, didefinisikan sebagai penggunaan program database, spreadsheet, dan paket statistik untuk mengintepretasikan informasi (Kim dan Kim, 2016). Ada 5 langkah dalam algoritma Robo Journalist, yaitu: 
Ada 5 langkah dalam algoritma Robo Journalist, yaitu: 
a)         mencari dan mengidentifikasi data yang relevan dalam basis data dan sumber data lainnya;
b)        "membersihkan" dan mengkategorikan data-data yang masih mentah;
c)         mengidentifikasi fakta-fakta kunci sambil memprioritaskan, membandingkan, dan menyatukan data yang terpisah;
d)        mengatur data menjadi bentuk semantik naratif;
e)         mendistribusikan dan menerbitkan output jurnalistik konten tektual (kadang visual), tersedia dalam berbagai gaya bahasa, dan tingkat kompleksitas tata bahasa (Bunz, 2013; Dorr, 2015; Ghuman dan Kumari, 2013; Weiner, 2014) 

Beritagar.id merupakan media pertama di Indonesia yang menggunakan pemakaian Artificial Intellegence (AI) dalam proses produksi berita seperti mengumpulkan data, menulis berita, hingga memuat berita sendiri pada laman web tanpa bantuan manusia. Robo Journalist dalam Beritagar.id diberi nama Robotorial. Untuk sekarang ini, berita yang ditulis oleh Robo Journalist masih berupa berita yang memiliki struktur tetap, seperti pertandingan sepak bola, pasar saham, bencana alam (khususnya gempa bumi), perkiraan cuaca, serta jadwal suatu kegiatan (ex: jadwal sholat bulan ramadhan).

Dari beberapa penjelasan di atas maka akan muncul pertanyaan:
Apakah dengan adanya jurnalis robot maka peran manusia sebagai pewarta berita akan tergantikan?

Sebenarnya ada dua pemikiran mengenai dampak adanya Robo Journalist. Bagi jurnalis pesimis, adanya Robo Journalism akan dilihat sebagai sebuah ancaman bagi ladang pekerjaannya. Sedangkan bagi jurnalis yang optimis, akan menganggap bahwa Robo Journalist bisa membantunya lebih produktif dalam membuat berita. Karena pada dasarnya, jurnalis robot digunakan untuk menggantikan kerja wartawan dalam menulis artikel yang sifatnya statistik dan berulang, sehingga membuat wartawan lainnya dapat mengerjakan artikel yang sifatnya analisis dan mendalam, seperti laporan inversigatif dan in-depth-repoting. Selain itu, karena saat ini jurnalis robot hanya bisa menggunakan bahasa baku yang terkesan kaku maka, produk jurnalistik berupa feature akan tetap dihasilkan oleh jurnalis manusia. Jadi, beberapa aspek kualitas seperti jelas dan menyenangkan untuk dibaca dimiliki oleh konten yang ditulis jurnalis manusia, sedangkan apek kualitas berupa kepercayaan, informatif, dan objektif dimiliki oleh jurnalis robot.

Dari pernyataan sebelumnya akan muncul pertanyaan lain yaitu:
Apakah dengan presisi robot masih akan memunculkan kesalahan berita?

Kesalahan berita kemungkinan masih bisa terjadi. Apalagi karena sistem kerja AI dalam jurnalis robot yang hanya mengambil beberapa artikel kemudian meringkasnya menjadi sebuah artikel baru. Bisa jadi salah satu sumber artikelnya kurang kredibel atau bisa jadi merupakan artikel hoax, dilihat dari banyaknya berita hoax beberapa tahun terakhir ini. Karena pada dasarnya, jurnalis robot tidak seperti jurnalis manusia yang memiliki intuisi ‘ada yang aneh dengan sumber ini’ dan juga kemampuan untuk memverifikasi ke berbagai sumber informasi. Kasus seperti ini terjadi pada jurnalis robot LA Times dimana pada saat ini melaporkan peristiwa gempa bumi 6,8 SR di California, padahal penduduk di California tidak merasakan gempa. Ternyata, kesalahan terjadi karena staf USGS yang baru saja mempublikasikan data gempa tahun 1925.

Dari beberapa penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa Robo-Journalist belum bisa menggantikan seluruh kinerja jurnalis manusia, karena jurnalis robot masih memiliki banyak kekurangan. Namun, apabila jurnalis robot dan jurnalis manusia bisa berkolaborasi dengan baik, maka mereka berdua bisa saling mengisi kekurangan dan kemungkinan besar akan meningkatkan kualitas produk jurnalistik.  

Terima kasih telah berkunjung di blog ini. Nantikan postingan selanjutnya minggu depan. Maaf juga karena agak terlambat dalam memposting ini.

Selamat menghabiskan sisa akhir pekanmu!
Have a sweet Dream!

Daftar Pustaka:
Ariestyani, Kencana. 2019. “Meninjau Automated Journalism: Tantangan dan Peluang di Industri Media Indonesia”.  Jurnal Konvergensi. Vol. 01(01) Hlm. 51-65.
Tal Montal, Zvi Reich. 30 Aug 2018 ,The Death of the Author, the Rise of the RoboJournalist from: The Routledge Handbook of Developments in Digital Journalism Studies Routledge.
Amran, S. Oktika dan Irwansyah. 2018“Jurnalisme Robot dalam Media Daring Beritagar.id”.  Jurnal IPTEK-KOM. Vol. 20 (2) Hlm. 169-182.




Minggu, 14 April 2019

Review Album "Shinshoku Dolce"




Hallo! Selamat datang di blog ini!

Kali ini aku ada TUGAS untuk mereview sebuah album musik. Sebenarnya aku kurang paham dengan ‘khazanah permusikan’, karena aku tidak begitu tertarik dengan dunia musik beserta perkembangannya. Aku bahkan tak punya musisi yang terlalu diidolakan, bukan termasuk fans seorang musisi/penyanyi, grup band, idol grup, atau apapun itu istilahnya. Tapi, bukan berarti aku tak suka musik (ingat!, hobiku mendengarkan musik diwaktu senggang), aku juga punya daftar lagu favorit, lho!. Alasanku menyukai musik dan/atau lagu itu (biasanya) karena berhubungan dengan film yang kutonton, karena arti dan/atau maknanya, serta karena memang lagu itu enak didengar. Jadi, review ini bisa dibilang berdasarkan “pikiran”, “hati”, dan “telinga”—ku. Kalo begitu langsung saja!. Aku akan mereview album pertama Kanon Wakeshima yang berjudul “Shinshoku Dolce”.

Cover album "Shinshoku Dolce"
Judul Album               : Shinshoku Dolce
Penyanyi                     : Kanon Wakeshima
Tanggal Rilis               : 11 Februari 2009 (Jerman, Perancis, Eropa)
18 Februari 2009 (Jepang)
Genre                           : Neoclassical dark wave
Durasi                          : 41.00
Label                           : DefStar Records
Producer                      : Mana
Deskripsi cover           :
Kanon Wakeshima bersimpuh dengan memakai gaun merah yang merupakan salah satu warna favoritnya. Tampak beberapa pita putih mengelilinginya terjulur dari atas dan terikat di lengannya. Kanon memegang carousel kecil dipangkuannya dengan kedua tangannya. Terlihat pula cello putih milik Kanon yang bernama “Mikazuki-san”, yang berarti “crescent moon” dalam bahasa Inggris dan “bulan sabit” dalam bahasa Indonesia. Gaya busana Kanon di sampul ini biasa disebut sebagai “Gothic Lolita”.

Deskripsi album:
Album pertama dari penyanyi, penulis lagu, dan cellis bernama Kanon Wakeshima. Sebagian besar musik dalam “Shinshoku Dolce” disusun oleh Mana yang merupakan gitaris melegenda dari Mana of Malice Mizer/ Moi dix Mois, yang juga merupakan pencipta salah satu fashion gothic lolita terkenal. Seluruh lirik lagu dalam “Shinshoku Dolce” ditulis oleh Kanon Wakeshima. “Shinshoku Dolce” bisa diartikan “Sweet Violation”, sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata yang cukup berlawanan. Dalam salah satu interview, Kanon menjelaskan alasan di balik judul album ini, ia mengatakan, “Judul ini diharapkan mewakili karakter Kanon Wakeshima (dalam menyanyikan lagu-lagu di album ini). Karakter ini menggabungkan kepolosan, kemurnian, dan kegelapan Gothic dalam diri seorang gadis. Judul ini mewakili pelanggaran kemurnian, tetapi pada saat yang sama “dolce” menunjukkan bahwa pelanggaran tidak sepenuhnya dilarang dan bisa mengurangi kesan agresif. Ini merepresentasikan tentang Kanon sebagai tokoh antagonis yang memiliki dua ‘hal’ yang bertentangan.”

Daftar Lagu:
01      Sweet Ticket
02      Shinku no Fatalism
03      Kagami
04      Still Doll album ver.
05      Maboroshi
06      Ennui Kibun!
07      Suna no Oshiro
08      Monochrome Frame
09      L’espoir ~Mahou no Akai Ito~  
10      Kuroi Torikago
11      Skip turn Step
12      Shiroi Kokoro
13      Sweet Dreams

Review:
01      Sweet Ticket – 1:19
“Sweet Ticket” merupakan pembuka dalam album ini. “Sweet Ticket” berupa alunan musik tanpa lirik. Musik ini diawali dengan Kanon memainkan cello-nya kemudian diiringi dengan suara lain, entahlah namanya aku tak tau (aku mencari di google dan ada orang yang menyebutnya “Militaristic percussion”). “Sweet Ticket” (ditelingaku) memiliki sedikit kemiripan dengan “swan lake” milik Tchaikovsky.

02      Shinku no Fatalism – 2:51
“Shinku no Fatalism” dalam bahasa Inggris adalah “Crimson Fatalism”. Fatalism adalah suatu sikap seseorang yang sangat putus asa dalam menjalani permasalahan atau hidup (wikipedia). Paham Fatalism menganggap bahwa setiap seorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa mengubahnya. Menurutku, makna dari lagu ini adalah tentang karakter “Kanon” yang berniat untuk membantu seseorang yang memiliki “fatalism” karena telah melakukan perbuatan dosa. Tetapi, di lagu ini juga menggambarkan bahwa “Kanon” tidak memperbolehkan orang itu meminta bantuan dari orang lain, ia hanya boleh meminta bantuan kepadanya. Hal ini bisa diketahui dari lirik:
“anata no hitomi ni wa / afureru shinju no hana / kyoufu to fuan subete o”
artinya:
“dari pupil matamu/ bunga mutiara yang memancar keluar/ izinkan aku untuk menghapusnya”

lalu ada lirik:
“dare ni mo egao o misenai de ite / dare ni mo sono te wo nobasa nai de ite / anata wa watashi dake / ireba sorede ii desho”
artinya:
“jangan menunjukkan senyuman itu kepada siapa pun/ jangan mengulurkan tanganmu kepada siapa pun/ selama aku di sampingmu,/ seharusnya menjadi semua yang kau butuhkan, kan?”

Kemudian, jenis “dosa” yang dimaksud kemungkinan adalah dosa yang berhubungan dengan cinta. Bisa dilihat dari lirik:
“anata o shibaru ai no zaigou / mata kasanari hibiku shupurehikooru”
artinya:
“dosa-dosa cintamu, telah merantaimu/ sekarang tumpang tindih dan menggema”

03      Kagami– 3:07
“Kagami”, berarti “Mirror” atau “Cermin”. Jika diperhatikan, lagu ini membahas tentang dongeng “Snow White”. Namun, dalam lagu ini “Kanon” bukan sebagai tokoh protagonis “Snow White”. “Kanon” diceritakan sebagai sang antagonis, yaitu “si penyihir” yang telah berhasil membunuh sang Snow White dengan apelnya. Namun, lagu ini juga menceritakan kisah asli dari dongeng “Snow White”, yaitu sang Snow White berhasil hidup dan si penyihir dihukum memakai sepatu besi panas. Dalam penyesalannya, si penyihir bertanya pada cermin, siapa sebenarnya yang paling menderita di sini? (dirinya atau Snow White). Si penyihir juga meminta pada cermin untuk mengubah hati jahat-nya dan apabila hal itu bisa dilakukan, bisakah ia menjadi yang tercantik?.

04      Still Doll album ver. – 3:44
“Still Doll” digunakan menjadi ending dari seri anime Vampire Knight. “Still Doll” menceritakan seseorang, yaitu “Kanon” yang berbicara dengan sebuah boneka bernama “Alice”. Disini bisa dimaknai bahwa “Kanon” curhat pada “Alice” tentang permasalahan yang sedang ia hadapi (sama seperti kita yang punya masalah tapi tak ingin curhat dengan orang lain, akhirnya bicara dengan boneka/hewan kesayangan kita). Tapi, seberapa pun banyak “Kanon” bercerita, bertanya, atau pun berharap mendapat nasehat dari “Alice” tetap saja ia tak mendapat jawaban, karena pada kenyataannya “Alice” hanyalah sebuah boneka.

05      Maboroshi – 3:40
“Maboroshi” dalam bahasa Inggris artinya “Illusion” atau dalam bahasa Indonesia artinya “khayalan/fantasi”. Dalam lagu ini karakter “Kanon” merepresentasikan dirinya sebagai suatu khayalan yang dibuat oleh seseorang. Sama seperti kita saat menciptakan teman khayalan. “Teman khayalan” kita pasti sesuai dengan apa yang kita inginkan, baik itu bentuk, sifat, maupun kelakuannya. Lagu ini bukan menceritakan dari sudut pandang “si penghayal” tapi menceritakan sudut pandang “si khayalan”. “Si khayalan” akan berusaha selalu sesuai dengan harapan “si penghayal”. “Si khayalan” juga senang dengan perlakuan “si penghayal” terhadap dirinya. Tapi bagaimana pun mereka berdua tidak bisa bersama, karena “si khayalan” sadar bahwa dirinya hanyalah sebuah khayalan (tidak nyata).

06      Ennui Kibun! – 3:19
“Ennui Kibun!” dalam bahasa inggis berarti “Bored Feeling!”, dalam bahasa indonesia berarti “Rasa Bosan”. Lagu ini lebih ‘ringan’ dari lagu lain yang ada di album ini. Kanon Wakeshima telah menjelaskan bahwa lagu ini berkisah seseorang yang sedang kesal tapi ia masih memiliki banyak hal yang harus dilakukan. Ia menjelaskan bahwa lagu ini tentang karakter yang punya masalah untuk bangun pagi dan memulai hari (mager). Pada akhirnya tidak ada yang berjalan dengan baik, seperti telepon terus berdering dan kucing yang mengganggunya. Dalam lagu ini, kalian akan mendengar suara kucing dan telepon berdering.

07      Suna no Oshiro – 3:09)
“Suna no Oshiro” artinya “Castle of Sand” atau “Istana Pasir”. Lagu ini dijadikan ending dalam seri kedua anime Vampire Knight, yaitu Vampire Knight Guilty. Lagu ini memiliki atmosfir yang ‘seram’ menurutku. Dalam lagu ini ada kata-kata yang terdengar seperti bisikan. Dalam suatu interview, Kanon Wakeshima telah menjelaskan makna dari lagu ini. “Ini adalah lagu tentang bayangan dan cahaya. Ketika saya berbisik, artinya kita berada dalam kegelapan, oleh karena itu saya memotong kegelapan dengan suara yang lebih kuat di bagian chorus. Ini melambangkan cahaya yang datang dari surga dan menembus kegelapan.” Satu kalimat bisikan yang membuatku merinding adalah: “a world of darkness, a world of silence”.

08      Monochrome Frame (3:50)
“Monochrome Frame” termasuk sebuah lagu ballad. Lagu ini bersetting di sekitar gereja  yang dekat dengan lautan/pantai. Kalian bisa mendengar suara ombak, burung camar, serta lonceng gereja di lagu ini. Lagu ini menggambarkan kerinduan seseorang terhadap orang yang ia sayangi, namun sudah tak bisa bertemu lagi. Namun, ketika ia mengingat kebersamaan mereka, rasanya sangat menyakitkan. Ia juga menyatakan bahwa keadaan saat ini seperti Monochrome Frame (bingkai hitam putih /tak berwarna/tak ceria).

09      L’espoir ~Mahou no Akai Ito~  – 3:13
“L’espoir ~Mahou no Akai Ito~” dalam bahasa Inggris berarti, “Hope ~Special Red Thread~”. Dalam bahasa Indonesia berarti “Harapan ~Benang Merah Spesial~”. Kanon Wakeshima juga sudah pernah menjelaskan makna dibalik lagu ini: “Saya teringat kisah tentang seorang gadis kecil di sekolah dasar atau sekolah menengah yang sebentar lagi menyongsong hari Valentine. Mereka sibuk dan bertanya-tanya pada siapa akan mengungkapkan cintanya”. “Benang merah” disini artinya adalah benang jodoh. Banyak orang Jepang percaya bahwa di jari kelingking setiap orang ada suatu benang tak kasat mata yang menghubungkan dirinya dengan jodohnya. Lagu ini disisipi lirik berbahasa Perancis.

10      Kuroi Torikago – 2:54
“Kuroi Torikago”, dalam bahasa Inggris berarti “Black Birdcage”. Dalam bahasa Indonesia berarti “Sangkar Hitam”. Kanon Wakeshima mengatakan bahwa ketika membawakan lagu ini ia merasakan sebuah sensasi: “bertarung dengan sesuatu yang juga berusaha untuk melindunginya”. Terasa seperti berusaha keluar dari sebuah sangkar yang pada dasarnya bersifat “melindungi” tapi juga “mengekang”.

11      Skip turn Step – 4:36
“Skip turn Step” adalah lagu yang cukup menyenangkan dan lembut. Diawali dengan alunan biola yang cukup lama. Lagu ini bercerita tentang seorang anak kecil yang bermain genangan air saat hujan di musim panas.

12      Shiroi Kokoro (White Heart) – 3:22
“Shiroi Kokoro” dalam bahasa Inggris berarti “White Heart” atau “Hati Putih”. Dari lagu ini kita bisa merasakan suasana musin dingin dan bersalju. Lagu ini menurutku juga hampir mirip dengan dongeng “Snow White”. Dimana ada karakter baik dan ada karakter jahat. Menurutku lagu “Shiroi Kokoro” dan “Kagami” memiliki hubungan. “Shiroi Kokoro” juga menceritakan si karakter antagonis. Ia menganggap dirinya adalah “si penyihir” sedangkan orang yang ia sakiti adalah sang “Snow White”. Namun, dalam lagu ini, “si penyihir” tak ingin lagi berbuat jahat. Dan pada akhir lagu ada perasaan berupa ‘cahaya harapan’ yang menyatakan bahwa kisah ini akan berakhir dengan sebuah kebahagiaan.
“mou dareka no shiawase wo hoshigaru / kuroi DORESU wa kiteitaku nai / mou dareka no shiawase wo saegiru / kuro kumo ni wa naritaku nai”
Artinya:
“Aku tak ingin selamanya memakai gaun hitam ini / yang haus akan kebahagiaan orang lain/ aku tak berharap menjadi awan gelap (lagi) / yang menutupi kebahagiaan orang lain.”


13      Sweet Dreams – 1:34
“Sweet Dreams” adalah lagu “Sweet Ticket” dalam bentuk musik box. Musik ini sangat enak didengar apalagi untuk relaksasi.

Demikian review Album “Shinshoku Dolce” dari Kanon Wakeshima. Ada beberapa lagu yang kusuka dalam album ini, seperti “Maboroshi” aku suka karena musiknya yang cukup bersemangat meskipun ternyata maknanya cukup ‘tragis’.  Lalu ada lagu “Suna no Oshiro”, aku menyukai lagu ini karena pembawaannya yang sangat unik seperti adanya efek ‘bisikan’ di lagu ini. Meskipun lagunya terdengar menyeramkan tapi maknanya sangat bagus. Yang terakhir, aku suka lagu “Shiroi Kokoro” terasa seperti ada harapan baru ketika mendengarkan lagu ini. Membuatku terus berusaha untuk menjadi "orang baik".

Terima kasih telah berkunjung di blog ini. Nantikan postingan selanjutnya minggu depan. Maaf juga karena agak terlambat dalam memposting ini.

Selamat menghabiskan sisa akhir pekan!
Have a sweet Dream!


Minggu, 07 April 2019

Vote me! Make me win!




Hallo! Selamat datang di blog ini!

Akhir-akhir ini banyak peristiwa menghebohkan terjadi di sekitarku. Dari pemberlakuan jam malam kampus, sampai polusi suara akibat kampanye, inilah 5 peristiwa menghebohkan di sekitarku bagian 1, setelah pesan-pesan berikut ini.... lho, kok jadi opening Ewing HD, yak?. Ok! Ok! Langsung ke intinya! Aku tak akan membahas dua peristiwa yang kusebutkan tadi.  Mengapa? Karena, kemungkinan besar teman-temanku juga akan membahas salah satu dari dua hal tersebut. Aku pun yakin inti pembahasan mereka juga tak jauh berbeda. Jadi, kali ini aku akan membahas Indonesia Bottle Flip Competition (sepertinya belum ada yang membahas hal iniyang diikuti oleh salah satu UKM di kampusku. Kok rasanya lebih menarik bahasan jam malam dan kampanye ya? Enggak juga kok, ini juga menarik, ayo, baca dulu sampai selesai. Tapi tenang saja, jika kalian penasaran dengan pembahasan jam malam kampus serta polusi suara kampaye, aku akan menambahkan tautan ke blog teman-temanku yang membahas hal tersebut. Tautan-nya kutaruh di akhir pembahasan ini.

Langsung saja....!

Untuk memulai pembahasan ini, kita harus tahu apa itu Indonesia Bottle Flip Competition. Berdasarkan website Nu Green Tea di www.nutea.co.id dan instagram @nugreenteaid, Indonesia Bottle Flip Competition adalah kompetisi flip bottle dengan menggunakan botol NU TEA ukuran 330 ml atau 200 ml. Ada 4 kategori kompetisi, yaitu Lemparan tepat sasaran, Lemparan beruntun, Lemparan bersama, dan Freestyle. Untuk mengikuti kompetisi, rekam video aksi lempar botolmu dan upload video dengan hashtag #BottleFlipNu dan tag akun @nugreenteaid / FB Nu Green Tea / Twitter @nugreentea. Jika kurang mampu untuk melakukan flip bottle, kalian masih bisa memenangkan hadiah undian dengan cara mengirimkan  minimal 2 label NU TEA ukuran 300 ml atau 200 ml ke PO BOX NU TEA JKS 12004. Kalian bisa melakukan 2 cara tadi agar peluang menang lebih besar. Hadiah yang ditawarkan pun tidak main-main, seperti apple watch, iphone x, iphone 8, vespa, serta uang tunai dengan total mencapai 200 juta rupiah.

Lalu, apa masalahnya?

Nah, ceritanya salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di kampusku sedang mencari dana supaya bisa ikut lomba paduan suara tingkat internasional di Singapura. Mereka adalah Paduan Suara Mahasiswa Gradio Sonora Tidar (PSM GST). Berbagai cara mereka lakukan untuk menghimpun dana, seperti melakukan penggalangan dana lewat kitabisa.com, menjual barang bekas, mengamen, penjualan merchandise, serta mengikuti Indonesia Bottle Flip Competition yang telah kujelaskan tadi. Mereka mengikuti kompetisi flip bottle pada kategori Lemparan Bersama dengan memakai akun @fickyjihanababa. Pada tanggal 1 April 2019, banyak anggota PSM GST men-share pesan di Whatsapp. Mereka meminta bantuan berupa vote supaya bisa lolos sebagai pemenang. Namun, di postingan akun instagram @nugreenteaid tertanggal 1 April, banyak komentar menduga telah terjadi kecurangan yang dilakukan oleh beberapa peserta dalam video aksi lempar botol. Dugaan tersebut muncul karena dalam waktu satu hari ada beberapa video yang telah mendapatkan puluhan ribu vote, padahal video lain belum mencapai 300 vote. Beberapa yang curiga adalah akun @moseslawalata dan @fatwa_arief. Kalian bisa mengunjungi akun instagram @nugreenteaid untuk mengetahui semua komentar disana.

@moseslawalata “Min mohon dicek dm saya, saya melihat adany dugaan kecurangan yg dipakai bbrp kontestan yg masuk di grand prize ini, setidakny ada 2 akun yg kenaikan jumlah vote ny sangat tidak wajar di kategori lemparan bersama. Saya mengikuti jalanny vote mulai pagi td, dlm setiap 10 menit video mereka slalu bs mendapatkan sekitar 500an like secara konsisten disaat video yg lain baru hanya bs mendapatkan 5-10 like secara nyata. Sangat tidak wajar dan tidak masuk akal. Saya harap team juri @nugreenteaid bisa melihat hal ini dengan serius dan berlaku adil sesuai dengan peraturan yg tertulis, krn ini sangat mencederai kompetisi dan membuat persaingan berjalan tidak sehat. Terima kasih @nugreenteaid”

@fatwa_arief “Min saya selalu pantau perkembangan voting, dan saya menemukan kejanggalan di Kategori Tepat Sasaran dan Lemparan Bersama. Saya sudah melakukan usaha semaksimal mungkin dengan berbagai cara yang fair dan memakan waktu berjam-jam untuk mengumpulkan 80 suara. Namun ada video yg dalam kurang dari 30 mnit bisa mendapatkan hampir 1000 suara. Saya mohon yang sebesar-besarnya untuk ditinjau lagi, karena proses voting sangat mudah dimanipulasi menggunakan IP Manipulation. It just doesn't make sense and logical. Terima kasih banyak Nu Green Tea👏"
Gambar: komentar @moseslawalata 


Gambar: komentar @fatwa_arief 

Salah satu video yang mendapat puluhan ribu like dalam waktu singkat yaitu, video dari akun @fickyjihanababa atau dengan kata lain adalah PSM GST. Oleh karena itu @fickyjihanababa pun ikut berkomentar.

@fickyjihanababa “Karena ada suara berhubungan dengan akun saya, di kategori lemparan bersama, saya ucapkan terimakasih sudah menyuarakan hal ini, untuk voting dan jumlah yang saya dapatkan emang dari teman-teman dan jaringan/relasi yang saya buat, saya bisa make sure dengan bukti yang sudah saya lakukan untuk mempromosikan vote ini, mungkin kita bisa lewat DM untuk bukti yang sudah saya lakukan. Saya juga bisa kasih jumlah anggota komunitas dan share kemana aja kok.. Saya dari komunitas besar yang memang sedang berjuang agar bisa mendapat dana dan memenangkan kompetisi ini. Karena reward yang diberikan oleh @nugreenteaid sangat besar, dan ini dapat membantu komunitas saya PSM Grandio Sonora Tidar (@psm_gst) berangkat kompetisi ke Singapura mewakili Indonesia pada bulan Juli tahun ini. Dan untuk masalah IP yang di suarakan itu sendiri, itu saya nggatau apa itu, dan jujur saya malah tidak mudeng, singkatan dari IP saja saya gatau. Kalau mungkin ada cara yang menciderai kompetisi ini saya ga berani melakukannya karena saya juga bakal takut dampaknya. Sebenernya Saya juga heran dan seneng juga khawatir kenapa bisa sebanyak itu, tapi sekali lagi saya bisa membuktikannya kok. beberapa bukti juga sudah saya posting di story. mungkin untuk make sure bahwa saya dari komunitas besar dan sedang butuh dana bisa check di kitabisa.com/bantugst :)


Setelah mendapat cukup banyak komentar, @nugreenteaid pun menjawab keresahan para netizen.

@nugreenteaid “@moseslawalata Hai Nu Addict, terima kasih atas masukan dan sarannya. Akan ada tim terkait ya cek dan sistem kami juga menghindari kecurangan ya. 😉


Gambar: jawaban @nugreenteaid

Setelah itu, kelanjutan dari jawaban @nugreenteaid adalah dengan mengubah sistem vote dari yang sebelumnya memakai sistem cookies menjadi sistem verifikasi nomor telepon.

Gambar: Sistem cookies


Gambar: sistem verifikasi nomor telepon

Setelah sistem vote berubah, beberapa orang pun berkomentar di akun @nugreenteaid. Ada dari mereka yang semakin yakin bahwa sebelumnya telah terjadi kecurangan. Karena setelah penggantian sistem vote, video-video yang sebelunya mendapat peningkatan vote cepat, sekarang mengalami peningkatan yang lambat bahkan terkesan tak bertambah, seperti komentar @nicolasandrre dan @garasibung. Namun, @fickyjihanababa juga ikut berkomentar, ia mendukung komentar @nicolasandrre.

@nicolasandrre “Min, coba lihat setelah vote diharuskan menggunakan nomor hp yang terdaftar.. hari ini sangat sedikit sekali vote yang masuk ke kontestan, tidak seperti kmarin vote melunjak drastis karna gampang dimanipulasi.. ini mengindikasikan brarti memang bbrapa kontestan menggunakan cara yang curang untuk voting 2 hari kmarin sampai puluhan ribu. Tapi tetap min, klo bgini caranya yang sudah curang kmarin sudah punya vote puluhan ribu ya bisa tetap menang.. karna skarang vote sudah dipersulit, makin sulit juga buat kita yang jujur ini nambah voters.. saya harap ada voting ulang mulai dari 0 untuk semua kategori demi kompetisi yang fair.. dan dari awal memang sudah pakai nomor handphone.. jadi benar" fair, tidak ada kecurangan di awal.. Terimakasih.

@fickyjihanababa “@nicolasandrre betul saya juga sepakat, mohon pihak @nugreenteid melakukan reset vote mulai dari nol, agar tidak merugikan banyak kontestan.. sebelum terlalu jauh. Saran aja min

@garasibung “Saya perhatikan semenjak metode vote dirubah dengan harus mencantumkan nomor tlp, sangat terlihat sekali, akun2 yg telah mendapatkan puluhan ribu vote dan bisa mendapatkan ratusan like hanya dlm hitungan menit kini dlm hitungan jam bahkan 1 harian ini hanya bisa mendapatkan puluhan like saja, bahkan ada yg tidak bertambah sm sekali 😄 Good job @nugreenteaid metode vote baru ny sudah oke! tinggal kini jumlah vote ny yg mungkin harus diulang kembali agar perolehan / persaingan vote bs berjalan adil bagi seluruh peserta nya”

Gambar: komentar @nicolasandrre


Gambar: komentar @fickyjihanababa

Gambar: komentar @garasibung

Waduh, panjang juga ya pembahasannya! Apanya yang menarik sih?

Jadi, tahukan kalian pesan seperti apa yang anggota PSM GST share saat hari pertama vote dimulai? Isi pesannya adalah:

“Alhamdulillah berkat dukungan teman-teman kemarin, kami lolos ke babak 5 besar🥺🥺🥺. Untuk itu kami butuh bantuan dari Temen-temen sekali lagi untuk melakukan like di link dibawah ini agar lolos sebagai pemenang: https://nutea.co.id/m/index.html#/top5-kategori/duel Dukungan teman-teman semua sangat berarti bagi kami untuk bisa ikut berkompetisi di ajang lomba paduan suara tingkat internasional di Singapura tanggal 28 Juli - 3 Agustus 2019 nanti. Terimakasih With love ♥ PSM Grandio Sonora Tidar
Ps. Bersihkan riwayat pencarian atau hapus Histori di browser temen² biar bisa sering-sering like, karena voting tidak menggunakan sistem akun melainkan cookie yang ada diaplikasi browser kalian, jadi kalian tidak perlu membuat atau harus masuk akun untuk melakukan like
Pps. Minta tolong jangan like di postingan kompetitor lain ya🤭, like di postingan FICKYJIHANABABA, Urutan nomer 2 dari postingan atas. Terimakasih
Pps. Nanti saat kalian menekan tombol like "♥" pertama kali akan muncul kalimat : "AGAR LANCAR VOTENYA IZINKAN WEB MENGGUNAKAN COOKIES!". Kemudian Klik "SETUJU". kemudian klik tombol like-nya♥ sekali lagi sampai jumlah like bertambah+++”

Gambar: pesan yang disebarkan PSM GST

Sudah cukup mendapat pemahaman dari pesan diatas? Atau belum paham? Bagaimana dengan satu video ini? Video ini adalah video yang sama yang digunakan sebagai status Whatsapp anggota PSM GST saat melakukan permintaan dukungan untuk vote. Cukup ‘cerdik’ kan?



Apakah orang-orang yang melihat video dan dikirimi pesan oleh PSM GST  juga mengikuti arahan mereka? Jika itu benar, maka sudah jelas untuk mendapatkan vote sebanyak itu bukanlah hal yang mustahil. Sebagai seorang mahasiswa apakah mereka tidak menyadari bahwa ‘kecerdikan’ mereka tidak jauh berbeda dengan ‘kecurangan’?. Atau mereka tidak peduli? yang penting bisa menang...!?. Aku pun masih belum yakin apakah pemilik akun @fickyjihanababa yang di bio IG-nya mengaku sebagai Visual Composer dari PSM GST terlibat dalam hal ini atau tidak. Karena berdasarkan komentar-komentarnya, ia tampak tak tahu apa-apa dan bisa dibilang ia mengaku sebagai korban atas kejadian ini. Lalu, siapakah dalang dibalik ‘ide brilian’ ini?. Entahlah, aku pun masih belum tahu. Tapi, jika pemilik akun @fickyjihanababa tidak terlibat dalam hal ini, apakah anggota-anggota PSM GST terlibat secara sadar atas hal ini? Aku mengatakan hal tersebut karena banyak anggota PSM GST yang berkomentar di akun @nugreenteaid tampak menutupi ‘kecurangan’ atau bisa dibilang ‘kecerdikan’ mereka. Atau yang lebih mengerikan lagi @fickyjihanababa dan anggota PSM GST memang bekerjasama untuk menutupinya?. Namun, ini bukan berarti hanya PSM GST yang melakukan hal tersebut, karena ada akun lain yang juga mendapat vote dalam jumlah besar. Kalian bisa mengunjungi website Nu Tea IBFC untuk melihatnya sendiri. Namun, bisa jadi bukan teknik “pembersihan cookies” yang digunakan beberapa akun lain untuk mendapat peningkatan vote. Mungkin ini hanya salah satunya saja. 

Selain mempermasalahkan dugaan ‘kecurangan’ @fickyjihanababa, PSM GST, dan akun lainnya, kita seharusnya juga mempertanyakan kemampuan panitia NU IBFC dalam menyelenggarakan kompetisi ini. Kenapa mereka bisa sampai kecolongan akan hal ini? Apalagi dengan teknik ‘sederhana’ seperti itu. Lalu, ada pula yang berkomentar bahwa penjurian hadiah mingguan/bulanan bisa sangat ketat, tapi hadiah utama kok penjuriannya asal-asalan?. Kemudian, panitia NU IBFC juga tidak menjelaskan dengan gamblang bagaimana langkah penyelesaian kejadian ini. Mereka hanya mengubah sistem vote tetapi belum ada kepastian bagi peserta tentang perolehan vote kemarin, apakah ikut dihitung atau tidak.

Akhirnya, demikian pembahasan dari peristiwa yang cukup mengganjal pikiranku selama beberapa waktu terakhir ini. Aku penasaran kenapa mereka, baik @fickyjihanababa, PSM GST, akun lain yang diduga melakukan 'kecurangan', serta panitian NU IBFC bisa melakukan hal tersebut. Apa mungkin mereka sedang merayakan "APRIL MOP"? 😱😱Silahkan kalian bisa berkomentar mengenai bahasan ini, jangan lupa gunakanlah bahasa yang baik dan sopan.

Oiya, tak lupa aku mengingatkan bahwa kalian boleh melakukan vote ulang di website Nu Tea IBFC. Karena, bisa jadi vote yang didapat saat masih menggunakan sistem cookies tidak ikut dihitung... dan perhitungan dimulai dari vote sistem verifikasi nomor hp. Pastikan kalian memilih jagoan masing-masing dan buat mereka jadi pemenang.

Terima kasih telah mengunjungi blog ini. Sampai jumpa di postingan selanjutnya minggu depan.

Selamat berakhir pekan!
Have a sweet day!

Btw, sejak kapan si Animanda mengubah “saya” menjadi “aku”? 🙀