Telusuri Blog Ini

Minggu, 14 April 2019

Review Album "Shinshoku Dolce"




Hallo! Selamat datang di blog ini!

Kali ini aku ada TUGAS untuk mereview sebuah album musik. Sebenarnya aku kurang paham dengan ‘khazanah permusikan’, karena aku tidak begitu tertarik dengan dunia musik beserta perkembangannya. Aku bahkan tak punya musisi yang terlalu diidolakan, bukan termasuk fans seorang musisi/penyanyi, grup band, idol grup, atau apapun itu istilahnya. Tapi, bukan berarti aku tak suka musik (ingat!, hobiku mendengarkan musik diwaktu senggang), aku juga punya daftar lagu favorit, lho!. Alasanku menyukai musik dan/atau lagu itu (biasanya) karena berhubungan dengan film yang kutonton, karena arti dan/atau maknanya, serta karena memang lagu itu enak didengar. Jadi, review ini bisa dibilang berdasarkan “pikiran”, “hati”, dan “telinga”—ku. Kalo begitu langsung saja!. Aku akan mereview album pertama Kanon Wakeshima yang berjudul “Shinshoku Dolce”.

Cover album "Shinshoku Dolce"
Judul Album               : Shinshoku Dolce
Penyanyi                     : Kanon Wakeshima
Tanggal Rilis               : 11 Februari 2009 (Jerman, Perancis, Eropa)
18 Februari 2009 (Jepang)
Genre                           : Neoclassical dark wave
Durasi                          : 41.00
Label                           : DefStar Records
Producer                      : Mana
Deskripsi cover           :
Kanon Wakeshima bersimpuh dengan memakai gaun merah yang merupakan salah satu warna favoritnya. Tampak beberapa pita putih mengelilinginya terjulur dari atas dan terikat di lengannya. Kanon memegang carousel kecil dipangkuannya dengan kedua tangannya. Terlihat pula cello putih milik Kanon yang bernama “Mikazuki-san”, yang berarti “crescent moon” dalam bahasa Inggris dan “bulan sabit” dalam bahasa Indonesia. Gaya busana Kanon di sampul ini biasa disebut sebagai “Gothic Lolita”.

Deskripsi album:
Album pertama dari penyanyi, penulis lagu, dan cellis bernama Kanon Wakeshima. Sebagian besar musik dalam “Shinshoku Dolce” disusun oleh Mana yang merupakan gitaris melegenda dari Mana of Malice Mizer/ Moi dix Mois, yang juga merupakan pencipta salah satu fashion gothic lolita terkenal. Seluruh lirik lagu dalam “Shinshoku Dolce” ditulis oleh Kanon Wakeshima. “Shinshoku Dolce” bisa diartikan “Sweet Violation”, sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata yang cukup berlawanan. Dalam salah satu interview, Kanon menjelaskan alasan di balik judul album ini, ia mengatakan, “Judul ini diharapkan mewakili karakter Kanon Wakeshima (dalam menyanyikan lagu-lagu di album ini). Karakter ini menggabungkan kepolosan, kemurnian, dan kegelapan Gothic dalam diri seorang gadis. Judul ini mewakili pelanggaran kemurnian, tetapi pada saat yang sama “dolce” menunjukkan bahwa pelanggaran tidak sepenuhnya dilarang dan bisa mengurangi kesan agresif. Ini merepresentasikan tentang Kanon sebagai tokoh antagonis yang memiliki dua ‘hal’ yang bertentangan.”

Daftar Lagu:
01      Sweet Ticket
02      Shinku no Fatalism
03      Kagami
04      Still Doll album ver.
05      Maboroshi
06      Ennui Kibun!
07      Suna no Oshiro
08      Monochrome Frame
09      L’espoir ~Mahou no Akai Ito~  
10      Kuroi Torikago
11      Skip turn Step
12      Shiroi Kokoro
13      Sweet Dreams

Review:
01      Sweet Ticket – 1:19
“Sweet Ticket” merupakan pembuka dalam album ini. “Sweet Ticket” berupa alunan musik tanpa lirik. Musik ini diawali dengan Kanon memainkan cello-nya kemudian diiringi dengan suara lain, entahlah namanya aku tak tau (aku mencari di google dan ada orang yang menyebutnya “Militaristic percussion”). “Sweet Ticket” (ditelingaku) memiliki sedikit kemiripan dengan “swan lake” milik Tchaikovsky.

02      Shinku no Fatalism – 2:51
“Shinku no Fatalism” dalam bahasa Inggris adalah “Crimson Fatalism”. Fatalism adalah suatu sikap seseorang yang sangat putus asa dalam menjalani permasalahan atau hidup (wikipedia). Paham Fatalism menganggap bahwa setiap seorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa mengubahnya. Menurutku, makna dari lagu ini adalah tentang karakter “Kanon” yang berniat untuk membantu seseorang yang memiliki “fatalism” karena telah melakukan perbuatan dosa. Tetapi, di lagu ini juga menggambarkan bahwa “Kanon” tidak memperbolehkan orang itu meminta bantuan dari orang lain, ia hanya boleh meminta bantuan kepadanya. Hal ini bisa diketahui dari lirik:
“anata no hitomi ni wa / afureru shinju no hana / kyoufu to fuan subete o”
artinya:
“dari pupil matamu/ bunga mutiara yang memancar keluar/ izinkan aku untuk menghapusnya”

lalu ada lirik:
“dare ni mo egao o misenai de ite / dare ni mo sono te wo nobasa nai de ite / anata wa watashi dake / ireba sorede ii desho”
artinya:
“jangan menunjukkan senyuman itu kepada siapa pun/ jangan mengulurkan tanganmu kepada siapa pun/ selama aku di sampingmu,/ seharusnya menjadi semua yang kau butuhkan, kan?”

Kemudian, jenis “dosa” yang dimaksud kemungkinan adalah dosa yang berhubungan dengan cinta. Bisa dilihat dari lirik:
“anata o shibaru ai no zaigou / mata kasanari hibiku shupurehikooru”
artinya:
“dosa-dosa cintamu, telah merantaimu/ sekarang tumpang tindih dan menggema”

03      Kagami– 3:07
“Kagami”, berarti “Mirror” atau “Cermin”. Jika diperhatikan, lagu ini membahas tentang dongeng “Snow White”. Namun, dalam lagu ini “Kanon” bukan sebagai tokoh protagonis “Snow White”. “Kanon” diceritakan sebagai sang antagonis, yaitu “si penyihir” yang telah berhasil membunuh sang Snow White dengan apelnya. Namun, lagu ini juga menceritakan kisah asli dari dongeng “Snow White”, yaitu sang Snow White berhasil hidup dan si penyihir dihukum memakai sepatu besi panas. Dalam penyesalannya, si penyihir bertanya pada cermin, siapa sebenarnya yang paling menderita di sini? (dirinya atau Snow White). Si penyihir juga meminta pada cermin untuk mengubah hati jahat-nya dan apabila hal itu bisa dilakukan, bisakah ia menjadi yang tercantik?.

04      Still Doll album ver. – 3:44
“Still Doll” digunakan menjadi ending dari seri anime Vampire Knight. “Still Doll” menceritakan seseorang, yaitu “Kanon” yang berbicara dengan sebuah boneka bernama “Alice”. Disini bisa dimaknai bahwa “Kanon” curhat pada “Alice” tentang permasalahan yang sedang ia hadapi (sama seperti kita yang punya masalah tapi tak ingin curhat dengan orang lain, akhirnya bicara dengan boneka/hewan kesayangan kita). Tapi, seberapa pun banyak “Kanon” bercerita, bertanya, atau pun berharap mendapat nasehat dari “Alice” tetap saja ia tak mendapat jawaban, karena pada kenyataannya “Alice” hanyalah sebuah boneka.

05      Maboroshi – 3:40
“Maboroshi” dalam bahasa Inggris artinya “Illusion” atau dalam bahasa Indonesia artinya “khayalan/fantasi”. Dalam lagu ini karakter “Kanon” merepresentasikan dirinya sebagai suatu khayalan yang dibuat oleh seseorang. Sama seperti kita saat menciptakan teman khayalan. “Teman khayalan” kita pasti sesuai dengan apa yang kita inginkan, baik itu bentuk, sifat, maupun kelakuannya. Lagu ini bukan menceritakan dari sudut pandang “si penghayal” tapi menceritakan sudut pandang “si khayalan”. “Si khayalan” akan berusaha selalu sesuai dengan harapan “si penghayal”. “Si khayalan” juga senang dengan perlakuan “si penghayal” terhadap dirinya. Tapi bagaimana pun mereka berdua tidak bisa bersama, karena “si khayalan” sadar bahwa dirinya hanyalah sebuah khayalan (tidak nyata).

06      Ennui Kibun! – 3:19
“Ennui Kibun!” dalam bahasa inggis berarti “Bored Feeling!”, dalam bahasa indonesia berarti “Rasa Bosan”. Lagu ini lebih ‘ringan’ dari lagu lain yang ada di album ini. Kanon Wakeshima telah menjelaskan bahwa lagu ini berkisah seseorang yang sedang kesal tapi ia masih memiliki banyak hal yang harus dilakukan. Ia menjelaskan bahwa lagu ini tentang karakter yang punya masalah untuk bangun pagi dan memulai hari (mager). Pada akhirnya tidak ada yang berjalan dengan baik, seperti telepon terus berdering dan kucing yang mengganggunya. Dalam lagu ini, kalian akan mendengar suara kucing dan telepon berdering.

07      Suna no Oshiro – 3:09)
“Suna no Oshiro” artinya “Castle of Sand” atau “Istana Pasir”. Lagu ini dijadikan ending dalam seri kedua anime Vampire Knight, yaitu Vampire Knight Guilty. Lagu ini memiliki atmosfir yang ‘seram’ menurutku. Dalam lagu ini ada kata-kata yang terdengar seperti bisikan. Dalam suatu interview, Kanon Wakeshima telah menjelaskan makna dari lagu ini. “Ini adalah lagu tentang bayangan dan cahaya. Ketika saya berbisik, artinya kita berada dalam kegelapan, oleh karena itu saya memotong kegelapan dengan suara yang lebih kuat di bagian chorus. Ini melambangkan cahaya yang datang dari surga dan menembus kegelapan.” Satu kalimat bisikan yang membuatku merinding adalah: “a world of darkness, a world of silence”.

08      Monochrome Frame (3:50)
“Monochrome Frame” termasuk sebuah lagu ballad. Lagu ini bersetting di sekitar gereja  yang dekat dengan lautan/pantai. Kalian bisa mendengar suara ombak, burung camar, serta lonceng gereja di lagu ini. Lagu ini menggambarkan kerinduan seseorang terhadap orang yang ia sayangi, namun sudah tak bisa bertemu lagi. Namun, ketika ia mengingat kebersamaan mereka, rasanya sangat menyakitkan. Ia juga menyatakan bahwa keadaan saat ini seperti Monochrome Frame (bingkai hitam putih /tak berwarna/tak ceria).

09      L’espoir ~Mahou no Akai Ito~  – 3:13
“L’espoir ~Mahou no Akai Ito~” dalam bahasa Inggris berarti, “Hope ~Special Red Thread~”. Dalam bahasa Indonesia berarti “Harapan ~Benang Merah Spesial~”. Kanon Wakeshima juga sudah pernah menjelaskan makna dibalik lagu ini: “Saya teringat kisah tentang seorang gadis kecil di sekolah dasar atau sekolah menengah yang sebentar lagi menyongsong hari Valentine. Mereka sibuk dan bertanya-tanya pada siapa akan mengungkapkan cintanya”. “Benang merah” disini artinya adalah benang jodoh. Banyak orang Jepang percaya bahwa di jari kelingking setiap orang ada suatu benang tak kasat mata yang menghubungkan dirinya dengan jodohnya. Lagu ini disisipi lirik berbahasa Perancis.

10      Kuroi Torikago – 2:54
“Kuroi Torikago”, dalam bahasa Inggris berarti “Black Birdcage”. Dalam bahasa Indonesia berarti “Sangkar Hitam”. Kanon Wakeshima mengatakan bahwa ketika membawakan lagu ini ia merasakan sebuah sensasi: “bertarung dengan sesuatu yang juga berusaha untuk melindunginya”. Terasa seperti berusaha keluar dari sebuah sangkar yang pada dasarnya bersifat “melindungi” tapi juga “mengekang”.

11      Skip turn Step – 4:36
“Skip turn Step” adalah lagu yang cukup menyenangkan dan lembut. Diawali dengan alunan biola yang cukup lama. Lagu ini bercerita tentang seorang anak kecil yang bermain genangan air saat hujan di musim panas.

12      Shiroi Kokoro (White Heart) – 3:22
“Shiroi Kokoro” dalam bahasa Inggris berarti “White Heart” atau “Hati Putih”. Dari lagu ini kita bisa merasakan suasana musin dingin dan bersalju. Lagu ini menurutku juga hampir mirip dengan dongeng “Snow White”. Dimana ada karakter baik dan ada karakter jahat. Menurutku lagu “Shiroi Kokoro” dan “Kagami” memiliki hubungan. “Shiroi Kokoro” juga menceritakan si karakter antagonis. Ia menganggap dirinya adalah “si penyihir” sedangkan orang yang ia sakiti adalah sang “Snow White”. Namun, dalam lagu ini, “si penyihir” tak ingin lagi berbuat jahat. Dan pada akhir lagu ada perasaan berupa ‘cahaya harapan’ yang menyatakan bahwa kisah ini akan berakhir dengan sebuah kebahagiaan.
“mou dareka no shiawase wo hoshigaru / kuroi DORESU wa kiteitaku nai / mou dareka no shiawase wo saegiru / kuro kumo ni wa naritaku nai”
Artinya:
“Aku tak ingin selamanya memakai gaun hitam ini / yang haus akan kebahagiaan orang lain/ aku tak berharap menjadi awan gelap (lagi) / yang menutupi kebahagiaan orang lain.”


13      Sweet Dreams – 1:34
“Sweet Dreams” adalah lagu “Sweet Ticket” dalam bentuk musik box. Musik ini sangat enak didengar apalagi untuk relaksasi.

Demikian review Album “Shinshoku Dolce” dari Kanon Wakeshima. Ada beberapa lagu yang kusuka dalam album ini, seperti “Maboroshi” aku suka karena musiknya yang cukup bersemangat meskipun ternyata maknanya cukup ‘tragis’.  Lalu ada lagu “Suna no Oshiro”, aku menyukai lagu ini karena pembawaannya yang sangat unik seperti adanya efek ‘bisikan’ di lagu ini. Meskipun lagunya terdengar menyeramkan tapi maknanya sangat bagus. Yang terakhir, aku suka lagu “Shiroi Kokoro” terasa seperti ada harapan baru ketika mendengarkan lagu ini. Membuatku terus berusaha untuk menjadi "orang baik".

Terima kasih telah berkunjung di blog ini. Nantikan postingan selanjutnya minggu depan. Maaf juga karena agak terlambat dalam memposting ini.

Selamat menghabiskan sisa akhir pekan!
Have a sweet Dream!


6 komentar:

  1. Klo suka lagu lagu jepun..coba dengerin blinding sunrise deh kak.. Dijamin mantappu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kira-kira lagu yg bagus dari Blinding Sunrise judulnya apa yah?😕

      Hapus
    2. Klo aku si suka silhouette sama black rover

      Hapus
    3. Musik Jepang memang punya atmosfer tersendiri, maknanya dalem dalem,akb48 sama Yui adalah lagu lagu Jepang yang sering ku dengerin, lagu Jepang memang mantap jiwa 👍

      Hapus
  2. Balasan
    1. Masa sih?. Kukira malah Indo semua...😲

      Hapus