Telusuri Blog Ini

Minggu, 07 April 2019

Vote me! Make me win!




Hallo! Selamat datang di blog ini!

Akhir-akhir ini banyak peristiwa menghebohkan terjadi di sekitarku. Dari pemberlakuan jam malam kampus, sampai polusi suara akibat kampanye, inilah 5 peristiwa menghebohkan di sekitarku bagian 1, setelah pesan-pesan berikut ini.... lho, kok jadi opening Ewing HD, yak?. Ok! Ok! Langsung ke intinya! Aku tak akan membahas dua peristiwa yang kusebutkan tadi.  Mengapa? Karena, kemungkinan besar teman-temanku juga akan membahas salah satu dari dua hal tersebut. Aku pun yakin inti pembahasan mereka juga tak jauh berbeda. Jadi, kali ini aku akan membahas Indonesia Bottle Flip Competition (sepertinya belum ada yang membahas hal iniyang diikuti oleh salah satu UKM di kampusku. Kok rasanya lebih menarik bahasan jam malam dan kampanye ya? Enggak juga kok, ini juga menarik, ayo, baca dulu sampai selesai. Tapi tenang saja, jika kalian penasaran dengan pembahasan jam malam kampus serta polusi suara kampaye, aku akan menambahkan tautan ke blog teman-temanku yang membahas hal tersebut. Tautan-nya kutaruh di akhir pembahasan ini.

Langsung saja....!

Untuk memulai pembahasan ini, kita harus tahu apa itu Indonesia Bottle Flip Competition. Berdasarkan website Nu Green Tea di www.nutea.co.id dan instagram @nugreenteaid, Indonesia Bottle Flip Competition adalah kompetisi flip bottle dengan menggunakan botol NU TEA ukuran 330 ml atau 200 ml. Ada 4 kategori kompetisi, yaitu Lemparan tepat sasaran, Lemparan beruntun, Lemparan bersama, dan Freestyle. Untuk mengikuti kompetisi, rekam video aksi lempar botolmu dan upload video dengan hashtag #BottleFlipNu dan tag akun @nugreenteaid / FB Nu Green Tea / Twitter @nugreentea. Jika kurang mampu untuk melakukan flip bottle, kalian masih bisa memenangkan hadiah undian dengan cara mengirimkan  minimal 2 label NU TEA ukuran 300 ml atau 200 ml ke PO BOX NU TEA JKS 12004. Kalian bisa melakukan 2 cara tadi agar peluang menang lebih besar. Hadiah yang ditawarkan pun tidak main-main, seperti apple watch, iphone x, iphone 8, vespa, serta uang tunai dengan total mencapai 200 juta rupiah.

Lalu, apa masalahnya?

Nah, ceritanya salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di kampusku sedang mencari dana supaya bisa ikut lomba paduan suara tingkat internasional di Singapura. Mereka adalah Paduan Suara Mahasiswa Gradio Sonora Tidar (PSM GST). Berbagai cara mereka lakukan untuk menghimpun dana, seperti melakukan penggalangan dana lewat kitabisa.com, menjual barang bekas, mengamen, penjualan merchandise, serta mengikuti Indonesia Bottle Flip Competition yang telah kujelaskan tadi. Mereka mengikuti kompetisi flip bottle pada kategori Lemparan Bersama dengan memakai akun @fickyjihanababa. Pada tanggal 1 April 2019, banyak anggota PSM GST men-share pesan di Whatsapp. Mereka meminta bantuan berupa vote supaya bisa lolos sebagai pemenang. Namun, di postingan akun instagram @nugreenteaid tertanggal 1 April, banyak komentar menduga telah terjadi kecurangan yang dilakukan oleh beberapa peserta dalam video aksi lempar botol. Dugaan tersebut muncul karena dalam waktu satu hari ada beberapa video yang telah mendapatkan puluhan ribu vote, padahal video lain belum mencapai 300 vote. Beberapa yang curiga adalah akun @moseslawalata dan @fatwa_arief. Kalian bisa mengunjungi akun instagram @nugreenteaid untuk mengetahui semua komentar disana.

@moseslawalata “Min mohon dicek dm saya, saya melihat adany dugaan kecurangan yg dipakai bbrp kontestan yg masuk di grand prize ini, setidakny ada 2 akun yg kenaikan jumlah vote ny sangat tidak wajar di kategori lemparan bersama. Saya mengikuti jalanny vote mulai pagi td, dlm setiap 10 menit video mereka slalu bs mendapatkan sekitar 500an like secara konsisten disaat video yg lain baru hanya bs mendapatkan 5-10 like secara nyata. Sangat tidak wajar dan tidak masuk akal. Saya harap team juri @nugreenteaid bisa melihat hal ini dengan serius dan berlaku adil sesuai dengan peraturan yg tertulis, krn ini sangat mencederai kompetisi dan membuat persaingan berjalan tidak sehat. Terima kasih @nugreenteaid”

@fatwa_arief “Min saya selalu pantau perkembangan voting, dan saya menemukan kejanggalan di Kategori Tepat Sasaran dan Lemparan Bersama. Saya sudah melakukan usaha semaksimal mungkin dengan berbagai cara yang fair dan memakan waktu berjam-jam untuk mengumpulkan 80 suara. Namun ada video yg dalam kurang dari 30 mnit bisa mendapatkan hampir 1000 suara. Saya mohon yang sebesar-besarnya untuk ditinjau lagi, karena proses voting sangat mudah dimanipulasi menggunakan IP Manipulation. It just doesn't make sense and logical. Terima kasih banyak Nu Green Tea👏"
Gambar: komentar @moseslawalata 


Gambar: komentar @fatwa_arief 

Salah satu video yang mendapat puluhan ribu like dalam waktu singkat yaitu, video dari akun @fickyjihanababa atau dengan kata lain adalah PSM GST. Oleh karena itu @fickyjihanababa pun ikut berkomentar.

@fickyjihanababa “Karena ada suara berhubungan dengan akun saya, di kategori lemparan bersama, saya ucapkan terimakasih sudah menyuarakan hal ini, untuk voting dan jumlah yang saya dapatkan emang dari teman-teman dan jaringan/relasi yang saya buat, saya bisa make sure dengan bukti yang sudah saya lakukan untuk mempromosikan vote ini, mungkin kita bisa lewat DM untuk bukti yang sudah saya lakukan. Saya juga bisa kasih jumlah anggota komunitas dan share kemana aja kok.. Saya dari komunitas besar yang memang sedang berjuang agar bisa mendapat dana dan memenangkan kompetisi ini. Karena reward yang diberikan oleh @nugreenteaid sangat besar, dan ini dapat membantu komunitas saya PSM Grandio Sonora Tidar (@psm_gst) berangkat kompetisi ke Singapura mewakili Indonesia pada bulan Juli tahun ini. Dan untuk masalah IP yang di suarakan itu sendiri, itu saya nggatau apa itu, dan jujur saya malah tidak mudeng, singkatan dari IP saja saya gatau. Kalau mungkin ada cara yang menciderai kompetisi ini saya ga berani melakukannya karena saya juga bakal takut dampaknya. Sebenernya Saya juga heran dan seneng juga khawatir kenapa bisa sebanyak itu, tapi sekali lagi saya bisa membuktikannya kok. beberapa bukti juga sudah saya posting di story. mungkin untuk make sure bahwa saya dari komunitas besar dan sedang butuh dana bisa check di kitabisa.com/bantugst :)


Setelah mendapat cukup banyak komentar, @nugreenteaid pun menjawab keresahan para netizen.

@nugreenteaid “@moseslawalata Hai Nu Addict, terima kasih atas masukan dan sarannya. Akan ada tim terkait ya cek dan sistem kami juga menghindari kecurangan ya. 😉


Gambar: jawaban @nugreenteaid

Setelah itu, kelanjutan dari jawaban @nugreenteaid adalah dengan mengubah sistem vote dari yang sebelumnya memakai sistem cookies menjadi sistem verifikasi nomor telepon.

Gambar: Sistem cookies


Gambar: sistem verifikasi nomor telepon

Setelah sistem vote berubah, beberapa orang pun berkomentar di akun @nugreenteaid. Ada dari mereka yang semakin yakin bahwa sebelumnya telah terjadi kecurangan. Karena setelah penggantian sistem vote, video-video yang sebelunya mendapat peningkatan vote cepat, sekarang mengalami peningkatan yang lambat bahkan terkesan tak bertambah, seperti komentar @nicolasandrre dan @garasibung. Namun, @fickyjihanababa juga ikut berkomentar, ia mendukung komentar @nicolasandrre.

@nicolasandrre “Min, coba lihat setelah vote diharuskan menggunakan nomor hp yang terdaftar.. hari ini sangat sedikit sekali vote yang masuk ke kontestan, tidak seperti kmarin vote melunjak drastis karna gampang dimanipulasi.. ini mengindikasikan brarti memang bbrapa kontestan menggunakan cara yang curang untuk voting 2 hari kmarin sampai puluhan ribu. Tapi tetap min, klo bgini caranya yang sudah curang kmarin sudah punya vote puluhan ribu ya bisa tetap menang.. karna skarang vote sudah dipersulit, makin sulit juga buat kita yang jujur ini nambah voters.. saya harap ada voting ulang mulai dari 0 untuk semua kategori demi kompetisi yang fair.. dan dari awal memang sudah pakai nomor handphone.. jadi benar" fair, tidak ada kecurangan di awal.. Terimakasih.

@fickyjihanababa “@nicolasandrre betul saya juga sepakat, mohon pihak @nugreenteid melakukan reset vote mulai dari nol, agar tidak merugikan banyak kontestan.. sebelum terlalu jauh. Saran aja min

@garasibung “Saya perhatikan semenjak metode vote dirubah dengan harus mencantumkan nomor tlp, sangat terlihat sekali, akun2 yg telah mendapatkan puluhan ribu vote dan bisa mendapatkan ratusan like hanya dlm hitungan menit kini dlm hitungan jam bahkan 1 harian ini hanya bisa mendapatkan puluhan like saja, bahkan ada yg tidak bertambah sm sekali 😄 Good job @nugreenteaid metode vote baru ny sudah oke! tinggal kini jumlah vote ny yg mungkin harus diulang kembali agar perolehan / persaingan vote bs berjalan adil bagi seluruh peserta nya”

Gambar: komentar @nicolasandrre


Gambar: komentar @fickyjihanababa

Gambar: komentar @garasibung

Waduh, panjang juga ya pembahasannya! Apanya yang menarik sih?

Jadi, tahukan kalian pesan seperti apa yang anggota PSM GST share saat hari pertama vote dimulai? Isi pesannya adalah:

“Alhamdulillah berkat dukungan teman-teman kemarin, kami lolos ke babak 5 besar🥺🥺🥺. Untuk itu kami butuh bantuan dari Temen-temen sekali lagi untuk melakukan like di link dibawah ini agar lolos sebagai pemenang: https://nutea.co.id/m/index.html#/top5-kategori/duel Dukungan teman-teman semua sangat berarti bagi kami untuk bisa ikut berkompetisi di ajang lomba paduan suara tingkat internasional di Singapura tanggal 28 Juli - 3 Agustus 2019 nanti. Terimakasih With love ♥ PSM Grandio Sonora Tidar
Ps. Bersihkan riwayat pencarian atau hapus Histori di browser temen² biar bisa sering-sering like, karena voting tidak menggunakan sistem akun melainkan cookie yang ada diaplikasi browser kalian, jadi kalian tidak perlu membuat atau harus masuk akun untuk melakukan like
Pps. Minta tolong jangan like di postingan kompetitor lain ya🤭, like di postingan FICKYJIHANABABA, Urutan nomer 2 dari postingan atas. Terimakasih
Pps. Nanti saat kalian menekan tombol like "♥" pertama kali akan muncul kalimat : "AGAR LANCAR VOTENYA IZINKAN WEB MENGGUNAKAN COOKIES!". Kemudian Klik "SETUJU". kemudian klik tombol like-nya♥ sekali lagi sampai jumlah like bertambah+++”

Gambar: pesan yang disebarkan PSM GST

Sudah cukup mendapat pemahaman dari pesan diatas? Atau belum paham? Bagaimana dengan satu video ini? Video ini adalah video yang sama yang digunakan sebagai status Whatsapp anggota PSM GST saat melakukan permintaan dukungan untuk vote. Cukup ‘cerdik’ kan?



Apakah orang-orang yang melihat video dan dikirimi pesan oleh PSM GST  juga mengikuti arahan mereka? Jika itu benar, maka sudah jelas untuk mendapatkan vote sebanyak itu bukanlah hal yang mustahil. Sebagai seorang mahasiswa apakah mereka tidak menyadari bahwa ‘kecerdikan’ mereka tidak jauh berbeda dengan ‘kecurangan’?. Atau mereka tidak peduli? yang penting bisa menang...!?. Aku pun masih belum yakin apakah pemilik akun @fickyjihanababa yang di bio IG-nya mengaku sebagai Visual Composer dari PSM GST terlibat dalam hal ini atau tidak. Karena berdasarkan komentar-komentarnya, ia tampak tak tahu apa-apa dan bisa dibilang ia mengaku sebagai korban atas kejadian ini. Lalu, siapakah dalang dibalik ‘ide brilian’ ini?. Entahlah, aku pun masih belum tahu. Tapi, jika pemilik akun @fickyjihanababa tidak terlibat dalam hal ini, apakah anggota-anggota PSM GST terlibat secara sadar atas hal ini? Aku mengatakan hal tersebut karena banyak anggota PSM GST yang berkomentar di akun @nugreenteaid tampak menutupi ‘kecurangan’ atau bisa dibilang ‘kecerdikan’ mereka. Atau yang lebih mengerikan lagi @fickyjihanababa dan anggota PSM GST memang bekerjasama untuk menutupinya?. Namun, ini bukan berarti hanya PSM GST yang melakukan hal tersebut, karena ada akun lain yang juga mendapat vote dalam jumlah besar. Kalian bisa mengunjungi website Nu Tea IBFC untuk melihatnya sendiri. Namun, bisa jadi bukan teknik “pembersihan cookies” yang digunakan beberapa akun lain untuk mendapat peningkatan vote. Mungkin ini hanya salah satunya saja. 

Selain mempermasalahkan dugaan ‘kecurangan’ @fickyjihanababa, PSM GST, dan akun lainnya, kita seharusnya juga mempertanyakan kemampuan panitia NU IBFC dalam menyelenggarakan kompetisi ini. Kenapa mereka bisa sampai kecolongan akan hal ini? Apalagi dengan teknik ‘sederhana’ seperti itu. Lalu, ada pula yang berkomentar bahwa penjurian hadiah mingguan/bulanan bisa sangat ketat, tapi hadiah utama kok penjuriannya asal-asalan?. Kemudian, panitia NU IBFC juga tidak menjelaskan dengan gamblang bagaimana langkah penyelesaian kejadian ini. Mereka hanya mengubah sistem vote tetapi belum ada kepastian bagi peserta tentang perolehan vote kemarin, apakah ikut dihitung atau tidak.

Akhirnya, demikian pembahasan dari peristiwa yang cukup mengganjal pikiranku selama beberapa waktu terakhir ini. Aku penasaran kenapa mereka, baik @fickyjihanababa, PSM GST, akun lain yang diduga melakukan 'kecurangan', serta panitian NU IBFC bisa melakukan hal tersebut. Apa mungkin mereka sedang merayakan "APRIL MOP"? 😱😱Silahkan kalian bisa berkomentar mengenai bahasan ini, jangan lupa gunakanlah bahasa yang baik dan sopan.

Oiya, tak lupa aku mengingatkan bahwa kalian boleh melakukan vote ulang di website Nu Tea IBFC. Karena, bisa jadi vote yang didapat saat masih menggunakan sistem cookies tidak ikut dihitung... dan perhitungan dimulai dari vote sistem verifikasi nomor hp. Pastikan kalian memilih jagoan masing-masing dan buat mereka jadi pemenang.

Terima kasih telah mengunjungi blog ini. Sampai jumpa di postingan selanjutnya minggu depan.

Selamat berakhir pekan!
Have a sweet day!

Btw, sejak kapan si Animanda mengubah “saya” menjadi “aku”? 🙀

8 komentar:

  1. Kak animanda kok gaikut kontesnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak bisa flip bottle & Nggak punya uang buat beli Nu Tea-nya.
      Saia kan makhluk kismin...😢

      Hapus
  2. Dan ternyata saya belum ngevote :( . btw thanks for promotiom my blog :D

    BalasHapus
  3. kenapa ganti 'aku' kak ? terimakasih atas promotionnya kak :)

    BalasHapus
  4. Sudah pernah nyoba vote tapi ngga tahu kehitung ngga, karena vote pakai sistem yang lama. Ini artikel nya
    Ada bau bau promosinya 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo vote lagi mumpung masih ada waktu. 😄
      Ada bau" promosi tapi saia tak dibayar😢
      kasihan😔

      Hapus